0

What's Up

Tidung Nama Suku di Kalimantan

Pulau Tidung terletak di gugusan bagian selatan Kepulauan Seribu Selatan ini memang memiliki luas daratan paling besar di wilayah Kepulauan Seribu. Pulau ini memiliki luas 109 hektar dan berdasarkan sensus badan pusat statistik (BPS) 2010, Pulau Tidung didiami sebanyak 4.160 jiwa.
Ada sejumlah versi cerita yang beredar di warga setempat terkait penamaan Pulau Tidung, namun versi-versi itu saling terkait satu dengan lainnya. Seperti yang disampaikan Mochamad Zen (70) warga Kampung Baru RT 03/01 Kelurahan Pulau Tidung. Menurut dia, nama Pulau Tidung berasal dari Suku Tidung, yang artinya tempat berlindung.

“Karena pulau ini perna dijadikan sebagai tempat untuk berlindung oleh Panglima Hitam dari Kerajaan Kalimantan Timur yang berkedudukan di Pulau Tarakan dan berakhir di Salimbatu,” kisahnya kepada beritapulauseribu.com belum lama ini.

Panglima Hitam, kata dia, adalah Panglima perang Kerajaan Tarakan (Kalkan/Kalka) Suku Tidung di daerah Kalimantan Timur. Konon Ceritanya Kerajaan Panglima Hitam ini kalah dalam peperangan melawan Suku yang sama di daerahnya pada tahun 60-an. Dan akhirnya, pergi menuju suatu Pulau bersama keluarganya di wilayah Kepulauan Seribu yaitu yang sekarang di kenal dengan sebutan Pulau Tidung.

“Pulau Tidung atau Tempat Berlindung ini diberi nama oleh Panglima Hitam diambil dari nama Suku Tidung di daerah Kalimantan Timur,” jelas sesepuh Pulau Tidung yang akrab di sapa Wak Zen yang pernah merantau ke Kalimantan Timur 42 tahun silam ini.

Adapun riwayat tentang kerajaan maupun raja yang pernah memerintah dikalangan Suku Tidung terbagi dari beberapa tempat yang sekarang sudah terpisah menjadi beberapa daerah Kabupaten antara lain Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, dan hingga ke daerah Sabah, Malaysia bagian Selatan.

Pulau Tidung sendiri, mulai dihuni penduduk sekitar tahun 1883 pasca Gunung Krakatau meletus. Pada saat itu telah ada orang yang menjadi penjaga pulau yang di datang dari daerah Rawa Belong, Jakarta Barat.  Pada tahun 1942 saat penjajah Jepang datang ke Indonesia penduduk Pulau Tidung pernah diungsikan ke daerah Tegal Alur, Jakarta Barat.

Pengungsian tersebut berlangsung selama enam bulan, Penduduk pun baru bisa kembali setelah penjajah belanda kalah melawan jepang dan tahun 1942 saat Jepang menguasai Batavia, sekarang Jakarta termasuk Pulau Tidung, tentara Jepang mulai mengajarkan cara menagkap ikan dengan jaring morami kepada masyarakat Pulau Tidung.

Kini Pulau yang terhampar membujur panjang dari barat ke timur ini menjadi pusat Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Kecamatan ini membawahi 3 Kelurahan antara lain, Kelurahan Pulau Pari, Kelurahan Pulau Untung Jawa dan Kelurahan Pulau Tidung.

Sumber: beritapulauseibu.com

Comments are closed.